Selamat Ulang Tahun

Hear the green says
So Peace
So Calm
Feel the peacefulness & hopefulness today ~

“KAMU ngga tahu betapa istimewanya malam ini ! ” katanya, setengah berlari. Ia hampir saja terjatuh ketika hatinya bergerak lebih cepat daripada kakinya, terburu untuk menuju meja tempatku menunggunya.

Gaunnya berwarna hitam, belum pernah kulihat sebelum ini. Dandanannya menunjukkan sebab mengapa ia terlambat hampir 30 menit malam ini. Sepertinya ia sengaja berdandan malam ini, membuatku sedikit malu karena aku hanya mengenakan setelan celana kain dan jaket jeans.

Hari ini aku ulang tahun.

“Ohya? Istimewa? Memangnya ada apa?” Aku menyodorkan buku menu. Dadaku sedikit sesak, meluap penuh sesak dengan kebahagiaan.

Aku menuliskan pesananku. Secangkir cokelat panas dan french fries satu piring besar, porsi dobel buat kami berdua. Oh, mungkin aku juga harus memesan kopi untuknya, dia kurang suka kopi sih, tak apa. Biar bisa melek.

Malam ini istimewa. Aku ingin ngobrol banyak dengannya.

Hear the voices
They’re singing for you
They said bout the happiness today

“Tidak-tidak. Aku ngga makan. Aku cuman sebentar kok..”

Aku mengangkat wajahku, dengan raut bertanya menatap wajahnya.

“DIA MELAMARKU kemariiiiiinn… and I said yes !! Gonna have dinner with his family now.. Oh don’t you think that this dress looks cute on me? Ahh I needed one hour to pick this dress… He will like it, won’t he?”

But suddenly,
There’s something disturb all of peacefullness
There’s something destroy all of happiness

Aku mengangguk dan tersenyum. Tapi telingaku mendadak tuli. Leherku tercekat. Aku mengalihkan pandang dari matanya yang berbinar, hanya untuk menemukan sebentuk cincin melingkar di jari manisnya yang tadi gagal tertangkap mataku.

Benda itu tak biasanya ada disitu.

“Aku mampir mau ngasih ini. Buat kamu.” Dia menyodorkan bungkusan kecil berpita.

“Selamat ulang tahun.”
Bibirnya yang dingin mendarat di pipiku.

They’re making sound
Disturb me!

Banyak orang yang bertanya-tanya tentang persahabatan kami berdua. Tentang siapa perempuan itu bagiku. Hanya kujawab dengan senyum. Hatiku berteriak dia adalah ratu. Hatiku berteriak dia adalah ratu. Ya, dia adalah ratu-ratu, dengan pengulangan, penekanan; dengan kemampuan bahasaku yang sederhana ingin menunjukkan betapa perempuan itu menempati puncak tertinggi duniaku.

Dan aku adalah kurcaci.

Sekali lagi, kuanugerahku gelar malaikat untuknya. Malaikat tak tahu diri yang dengan casual membagi-bagi perhatiannya dan menyebarkannya untuk dunia. Malaikat kejam yang diam-diam membunuh dengan binar-binar matanya. 

Dan aku adalah yang dibunuh, yang diiris.

Sesungguhnya, selama ini aku menginginkan hubungannya dengan entah-siapa-itu-namanya, untuk berakhir. Dan akan segera kurebut dia.

Ketika seseorang mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada seseorang, kejadian baik-lah yang akan terjadi pada orang tersebut. Aku-lah yang membuat semua ini terjadi.

Wasn’t I the angel, then?

Disturb me! Disturb me!

– Untuk kamu. April 2013

Advertisements

4 thoughts on “Selamat Ulang Tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s