MEXT Scholarship IGP Titech #4: Interview

Dear Yuni,

Your interview is scheduled from 14:30 on 26th JST, which should be 12:30 at your local time.Due to the delay of the previous interviews, your turn might be delayed accordingly. Please understand that we are working with very tight schedule.
I will call you up via Skype tomorrow 15:00 JST. Please login Skype before that time.

-take

Sensei saya waktu itu bilang bahwa ada beberapa hal yang akan ditanyakan ketika wawancara:
(a) the past research, project and activities that you have done at your undergraduate.
(b) your research plan in our MsC program.
(c) questions about fundamental knowledge of computer science.


Dan saya pun berjibaku mempersiapkan semua. Past research dan research plan saya tidak ada masalah, tinggal memperdalam dan berlatih ngomongnya saja. Yang jadi masalah adalah question computer science itu >.<

Tapi yasudah, akhirnya saya belajar kembali, merangkum. Beruntung ada situs yang isinya catatan kuliah engineering ini, lumayan membantu 😀 ( UPDATE: Situs hebat tersebut sekarang sedang under maintenance, untuk jangka waktu yang tidak bisa ditentukan T_T )

Saya gak usah cerita soal perjalanan saya kembali mempelajari context sensitive grammar dan compiler kan? Oke, lanjut.

H-3 jam
Pukul 10 saya sudah sampai dirumah Rima dan mempersiapkan segala sesuatunya, terutama mencari pencahayaan yang bagus 😀 I feel great and confident cause I have been preparing for everything. Saya merasa bahwa dalam wawancara ini saya harus “spesial”, harus meninggalkan kesan yang istimewa bagi pewawancara. Karena kalau tidak, bagaimana saya bisa menjadi salah satu dari 5 yang mendapatkan beasiswa? (Fyi untuk Computer Science akan ada 5 beasiswa untuk mahasiswa master dan 3 untuk doctoral.)

H-1 jam
Saya chatting dengan Bu DWW. She said, “Be the way you are, and keep persistent. Japanese like that.” Saya di-add oleh salah seorang Sensei dari Titech, mungkin koordinator wawancara hari itu, Shinoda-Sensei.

H-5 menit
Toku-Sensei (Calon sensei advisor saya, yang ngasih consent) bertanya apakah saya sudah siap. And I answer YES!!

And the show…
OH GOD THERE ARE 5 OF THEM !! Benar-benar 5 professor (salah satunya adalah Toku Sensei) >.< Jumlah pewawancara biasanya berbeda-beda tiap graduate schools. Ada yang cuma 2, 3, dan 5 sepertinya memang yang paling banyak. Huhuh. Mungkin karena Computer Science termasuk jurusan yang populer kali ya?

Dua menit setelah wawancara, video call terputus.

Di call lagi, saya angkat dan baru mengucapkan nama dan asal kampus, call terputus lagi.

Di call lagi, kali ini laptop saya not responding. Jantung berdebar cepat.

Di call lagi, *repeat sampai banyak kali* dan saya tetap tidak bisa menekan tombol Answer. Not responding. Keringat dingin mulai bercucuran.

Akhirnya laptop saya restart. Ketika menyalakan skype, ada banyak offline message dari Shinoda Sensei yang bertanya what’s going on. Tau saya online, saya di call lagi. Namun saya masih tidak bisa menekan tombol answer. Saya juga tidak bisa membalas offline message nya. Dalam tahap ini saya sudah merasa seperti seorang pelajar yang ketahuan nyontek saat ujian. Rasanya, well, TIDAK KARUAN.

Handphone saya berbunyi dan Shinoda-Sensei (juga Toku Sensei) mengirimkan email bahwa interview saya diundur satu jam. Lega T_T

Setelah berlari-lari memanggil Rima minta tolong, restart laptop 100x, akhirnya diputuskan memakai laptop Rima karena laptop saya tidak bisa nyala. Parahnya, keyboard laptop Rima tombolnya sebagian besar tidak bisa dipakai ha ha ha (–“)/ Ya sudahlah.

1 jam kemudian, wawancara saya dimulai kembali.
Shinoda Sensei bertanya apakah saya sudah siap, serta bertanya masalah tentang tadi. Ruangan wawancara kosong, sepertinya para pewawancara sedang istirahat. Begitu saya bilang siap, para pewawancara kembali masuk dan mulai (jelasnya) mewawancara saya lagi.

Setelah perkenalan, saya diminta menjelaskan tentang past research. Selesai, dan saya mulai ditanya-tanyai tentang past research saya. Apa keistimewaan metode kamu, kamu datanya pakai apa dan darimana, begitu begitu. Saya cukup lancar menjawab pertanyaan, walopun saya tidak bisa menangkap beberapa maksud pertanyaan pewawancara. Tidak ada masalah dengan bahasa Inggris mereka yang menurut saya cukup bagus, tapi karena internet yang kurang lancar membuat omongan mereka terdengar putus-putus T_T

Lebih parah lagi adalah waktu memasuki session ke 2, yaitu tentang research plan. Internet putus-putus semakin parah karena diluar hujan badai. Padahal saya sudah berencana menggunakan presentasi, beberapa point penting saya tuliskan besar-besar di buku untuk ditunjukkan ke mereka, tapi akhirnya saya disuruh mematikan video saja T_T Ketika tanya-jawab soal research plan juga saya tidak begitu lancar menjawabnya, selain karena internet yang payah, juga karena research plan saya memang belum sempurna tentunya. Masih banyak hal yang belum saya pikirkan di research plan.

Di session ketiga, alhamdulillah saya bisa menjawab beberapa pertanyaan dengan lancar. Satu yang tidak bisa saya jawab, yaitu tentang string matching algorithm. Mayoritas pertanyaan adalah tentang automata and language theory, mungkin karena saya mendaftar di lab NLP.

In summary, my interview was…
Not good T_T Saya tidak tahu apakah jawaban-jawaban saya memuaskan. Sempat membuat kesal pewawancara juga karena berbagai masalah dengan laptop dan komputer saya.

At the end of the interview, Shinoda Sensei asked: “Do you have any questions?”
Dan saya menjawab: “No, sensei. Just that I am really sorry for today’s inconvenience. If there is any other chances for interview for me, sure I will do better.”

And they -all- laughed.

I think it was the best part of my interview.

The rest of my day was bad. I was depressed. I was suck. Crying and crying. Regretting many things. For remembering that I was almost resuming my whole 4-years undergraduate to prepare Basic of computer science’s questions, I have been preparing my research plan since last year. And my interview turned out to be like that.

Beberapa hari berikutnya saya terus berdoa, “Ya Allah, semoga beberapa bulan lagi saya bisa menertawakan wawancara saya hari ini. Aamiin.”

Saya pun tak berani bertanya kapan kira-kira hasilnya akan diumumkan. Namun dari forum saya bisa mengira bahwa unofficial result akan dikasihtahu sensei secara langsung lewat email pada Januari-Februari 2013.

Even though I am writing this post on April, I still is crying remembering my interview. *sob sob

God, please help me so I could give them special impression during my interview. – Yuni Susanti.

Advertisements

4 thoughts on “MEXT Scholarship IGP Titech #4: Interview

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s