Perempuan

“Perempuan yang kotor adalah untuk lelaki yang kotor, dan laki-laki yang kotor hanyalah untuk perempuan yang kotor. Perempuan yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik hanyalah untuk perempuan yang baik…” (An Nur 26)

Dia adalah seorang perempuan, yang ketika takdir membawanya bertemu dengan beberapa orang laki-laki dalam hidupnya, dan ketika itu juga dia menyadari bahwa seorang perempuan diciptakan, diberi anugerah untuk mengatakan “ya” atau “tidak” untuk setiap laki-laki tersebut.

Bisakah dia meminta mereka untuk menunggu? Tidak.

Bisakah dia memilih? Ya. Terbatas.

Bisakah dia berbuat sesuatu untuk mereka yang selain datang kepadanya? Tidak.

Kemudian dia berpikir, “Apakah setiap perempuan seperti aku?”

Dan ketika dia memilih untuk mengalir, let it flow….. kata orang-orang. Kenyataan membawanya menjadi perempuan yang berubah sedikit demi sedikit mengikuti arus dunianya membawanya. Tidak terlalu deras memang, namun cukup membuat beberapa laki-laki tersebut kehilangan arus hidupnya sendiri mengikuti arus perempuan tersebut…

Beberapa dari laki-laki tersebut tidak sadar, bahwa mereka mungkin telah kalah… dan si perempuan pun sadar, bahwa dia memiliki pengaruh… lebih tepatnya bahwa dia adalah seorang yang bisa membuat beberapa dari para adam kehilangan kontrol dirinya atas segala sesuatu..

Dia bisa merusak agama mereka…
Dia membawa mereka ke neraka…
Dia menjadi ritme untuk setiap detak jantung mereka…

Sebagaimana hawa terpesona oleh buah khuldi dan diturunkan ke bumi, sebagian jiwa dari beberapa laki-laki dalam hidupnya tersebut terlempar ke neraka..

Perempuan itu menangis. Atas segala dosanya. Atas takdirnya ke neraka. Atas semerbak aroma surgawi yang dimilikinya dalam busuknya dunia yang tak lain adalah sekedar pikiran dari beberapa laki-laki golongan wahn tersebut…

Dunia mengecam perempuan tersebut.

Dia sempat menyalahkan Tuhan atas semua yang telah terjadi, sebelum ia sadar bahwa dunia hanyalah refleksi dari pikiran seorang perempuan yang terlalu berpikir-yaitu pikirannya… ketika dia mendambakan sebuah kebebasan, ketika itulah dia perlahan menggali sebuah lubang untuk dirinya sendiri dan menyebarkan aroma pikiran dan kata-kata bagi mereka yang cinta dunia dan takut mati…

Perempuan tersebut memutuskan untuk berhenti mengikuti arus dan membuat sebuah arus untuk dirinya sendiri.. “I’ll make it flow…”

Tidak ingin membawa siapapun. Tidak ingin menyeret siapapun. Tidak ingin seorang pun mengganggu…

Trauma? Tidak. Atas dasar apa ia trauma?
Beberapa dari laki-laki tersebut telah memiliki dunianya masing-masing, dengan bahagia, tanpa perempuan tersebut, tanpa sebuah penyesalan, tanpa sebuah erangan maaf dalam hati.. beberapa dari laki-laki tersebut tidak mengerti bahwa ketika dia sedikit mencium aroma perempuan tersebut, mereka telah berada dalam jarak yang begitu dekat dengan neraka…

Dia cuma ingin meminta maaf dan kemudian tidur–dan ketika terbangun, dia berharap dunia dan permainannya telah usai..

Dan seperti sebuah negeri dongeng, pangeran berkuda putih datang dan membangunkannya. rela menyentuh jiwa perempuan yang kotor tersebut, dan mengatakan “Aku akan menemanimu menghapus dosa-dosamu…”

“Bagaimana kalau akhirnya aku membawamu ke neraka? Apakah kau akan rela?”

“Tidak. Aku yang akan membawamu. Ke surga.”

“Kau tidak tahu siapa aku. Dunia mengecamku. Dan kedatanganmu akan semakin membuatku buruk dimata dunia. Mereka akan berpikir bahwa aku akan membawamu ke neraka”

“Aku tidak berpikir seperti itu, bukankah itu yang penting?”

“Tapi mereka menganggapku buruk!”

“Bukankah sejauh ini itu benar?”

“Itu tidak adil!!”

“Itu adil, sayang. Karena sebuah siksaan didunia akan mengurangi dosa-dosamu.. karena hal-hal seperti itulah yang akan menghapus dosa-dosamu…”

“Maukah kau bersamaku?”

“Ya. aku sudah mengatakannya sejak awal, aku akan menemanimu.”

“Siapakah kamu?”

“Aku adalah jodoh yang akan kau usahakan. Begitu juga sebaliknya.”

-Untuk aku yang (hanya) ingin mempersiapkan diri untuk seseorang.

Advertisements

2 thoughts on “Perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s